JATIMTECH.com –┬áBukan menjadi suatu rahasia lagi jika di dalam aplikasi tersebut, pengguna diharuskan membayar untuk pembelian dalam mendukung bermain menjadi lebih asyik. Ini model bisnis yang sangat menguntungkan.

Inilah sebabnya mengapa begitu banyak pengembang yang telah memilih membuat pembelian fitur di aplikasi yang telah mereka buat.

Dengan membeli berbagai macam item, agar bisa menjadi lebih hebat dengan instan, pasti tak ada pengguna yang tak menginginkannya, mereka rela merogoh kocek hanya untuk membeli item-item khusus yang tersedia secara berbayar.

Faktanya, seperti yang dilansir dari laman Ubergizmo, Minggu (14/8/2016) game Pokemon Go menguntungkan pengembangnya karena game ini juga salah satu bisnis yang istimewa.

Seperti yang telah Admin dengar, game ini sudah menghasilkan sebanyak US$200 juta semenjak perilisannya, atau sekitar Rp 2,6 triliun!

Berdasarkan dari hasil survei yang telah dilakukan di Inggris, rata-rata lebih dari 1 juta pemain menghabiskan uangnya untuk membeli item-item yang ada di Pokemon Go.

Setiap pemain rata-rata menghabiskan antara 1 pounds sampai 15 pounds (sekitar Rp 17.000 sampai Rp 255.000), bahkan, ada juga yang merogoh kocek hingga 30 pounds (Rp 510.000), bahkan juga hingga 75 pounds (Rp 1.275.000).

Dengan melihat pemain yang rela membeli item di game Pokemon Go, Niantic Labs juga tidak ingin kalah selaku pengembang permainan ini, mereka juga akan melakukan banned permanen terhadap pemain yang curang dengan menggunakan cheat, atau cara yang instan.