Teknologi aerofoil sering digunakan untuk mobil F1 (formula one). Mereka menggunakan energi aerofoil untuk mendinginkan ruangan di dalam mobil. Sehingga para pembalap tidak merasakan kepanasan saat mengendarai mobil F1. Namun saat ini teknologi aerofoil yang digunakan pada mobil F1 ini ternyata dapat digunakan untuk mendinginkan sebuah ruangan selain mobil F1, yaitu mesin pendingin/kulkas yang terdapat di supermarket. Tujuannya untuk mengurangi konsumsi energi yang dihabiskan oleh supermarket. Dilaporkan bahwa penerapan teknologi ini dapat mengurangi konsumsi energi pada kulkas hingga 41,5 %.

Produk aerofoil saat ini sedang dikembangkan oleh Williams Advanced Engineering. Dengan memanfaatkan energi aerofoil dengan memasukkan perangkat tersebut pada kulkas. Jika teknologi ini memang benar-benar diterapkan, tentunya akan berdampak baik bagi pemilik supermarket. Karena selain menghemat energi, aerofoil juga dapat menurunkan anggaran yang harus dikeluarkan oleh pemilik supermarket setiap tahunnya.

Dengan memanfaatkan pengalaman desain aerodinamis dan pengujian di balap mobil Formula Satu. Perusahaan menggunakan dinamika komputasi fluida untuk model dan mensimulasikan desain baru. Untuk kemudian dilakukan pengujian perangkat aerofoil di pabrik Williams Advanced Engineering yang terletak di Oxfordshire.

Produk aerofoil ini dirancang untuk ditempatkan pada setiap rak lemari es. Dengan memanipulasi aliran udara untuk menjaga udara dingin di dalam kulkas. Berarti kulkas tidak harus bekerja keras untuk menjaga produk yang ada di dalamnya pada suhu yang diinginkan. Aerofoil yang retrofittable, berarti supermarket tidak perlu membeli lemari es baru untuk menjaga kualitas barang yang tersimpan dalam kulkas.

Sumber : GizMag