Mobil terbang atau yang dikenal sebagai aero mobil, sedang diujicoba untuk kesekian kalinya. Pencipta mobil terbang, AeroMobil sedang melakukan ujicoba, namun yang terjadi kendaraan tersebut malah mengalami kecelakaan saat hendak mencapai ketinggian tertentu. Sepertinya perusahaan pembuat mobil terbang, AeroMobil harus mengerjakan PR yang harus segera diselesaikan.

Pada bulan Oktober 2014, sebuah perusahaan asal Repubilk Ceko, AeroMobil resmi memperkenalkan mobil terbang. Mereka tengah memperkenalkan sebuah prototipe mobil terbang pertama mereka, AeroMobil 3.0. Untuk melanjutkan perkenalan AeroMobil 3.0 ini, penemu penemu mobil terbang, Stefan Klein melakukan ujicoba pada bulan Mei pekan lalu. Stefan Klein sendiri yang bertindak sebagai driver atau pilot dari AeroMobil 3.0.

Namun mobil terbang yang dirancang untuk terbang hingga 900 kaki ini mengalami kesialan. AeroMobil 3.0 gagal mencapai ketinggian maksimal sehingga jatuh ke daratan. Akan tetapi, Stefan Klein telah mengaktifkan sistem parasut yang telah dipersiapkan sebelumnya. Sehingga saat dia mengetahui bahwa mobil akan jatuh, dia telah mengaktifkan parasut balistik, yang membuatnya terhindar dari cedera fatal.

Penemu AeroMobil ini berdalih bahwa pada saat itu dia memang sengaja mengetes sistem parasut pada mobil terbang. Stefan Klein mengatakan dengan nada bercanda bahwa “sistem parasut balistiknya ternyata benar-benar berfungsi.” Sebelumnya CEO dari AeroMobil, Juraj Vaculik membuat sebuah pernyataan dalam sebuah festival SXSW pada bulan Maret lalu. CEO AeroMobil itu mengatakan bahwa mobil terbang akan diproduksi secara massal untuk 3 tahun kedepan. Namun dengan adanya kecelakaan ini, sepertinya perusahaan harus memikirkan ulang rencana tersebut.