Vokalis dari Guns N’ Roses, Axl Rose mengecam tindakan Presiden Indonesia, Joko Widodo. Kecaman tersebut sebagai tindak lanjut atas dieksekusinya dua terpidana mati Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Axl Rose melakukan kecaman tersebut melalui akun Twitternya. Dia sangat menentang dengan tindakan Presiden Jokowi yang memberikan hukuman mati kepada dua terpidana asal Australia itu. Setelah sebelumnya, The Presets juga melakukan hal serupa.

Seperti yang kita ketahui bahwa 8 dari 10 terpidana mati atas kasus narkoba sudah dieksekusi kemarin. Tidak hanya warga negara asing yang dieksekusi, namun ada juga warga negara Indonesia yang ikut dieksekusi. Sekarang, hanya tersisa 2 orang terpidana yang masih ditangguhkan dari hukuman mati. Mary Jane Veloso dari Filipina dan Serge Areski Atlaoui dari Prancis. Khusus untuk Mary Jane Veloso, Axl Rose menuliskan sesuatu di akun Twitternya. “Let’s pray Miss Veloso’s reprieve is permanent” (mari berdoa agar penangguhan hukuman mati yang diberikan kepada Nona Veloso adalah selamanya).

Sebagai salah satu upaya protesnya, Axl Rose juga pernah mengirimkan surat yang berisi permohonan kepada Presiden Joko Widodo. Surat tersebut dikirimkan melalui Duta Besar Amerika Serikat di Indonesia. Axl Rose juga mengirimkan surat kepada sekretaris negara Amerika Serikat, John Kerry, ketua komisi nasional Indonesia tentang hak asasi manusia, dan perwakilan Indonesia untuk PBB. Namun upaya Axl Rose itu tidak membuahkan hasil, dia juga menyebut bahwa Presiden Joko Widodo “merasa terganggu” dengan protes yang berdatangan dari luar. Selain itu, Axl Rose juga mengatakan bahwa Jokowi telah mengabaikan kecaman dunia internasional.

Sumber : NME