Benarkah Konsumsi Alkohol Pada Masa Remaja Dapat Rubah Aktivitas Otak?

0

JATIMTECH.com – Tahukah sobat penggunaan berat jangka panjang dari alkohol pada usia remaja mengubah rangsangan kortikal dan konektivitas fungsional dalam otak kita. Menurut sebuah studi baru dari University of Eastern Finland dan Rumah Sakit Kuopio University. Perubahan ini diamati pada fisik dan mental yang sehat tapi telah mengkonsumsi alkohol yang berat saat usia remaja.

Penelitian menganalisis efek dari alkohol saat remaja pada aktivitas sel dan rangsangan dari korteks. Studi ini melakukan tindak lanjut atas 27 remaja yang telah menjadi peminum berat sepanjang masa remaja mereka, saat usia mereka 25 tahun. Aktivitas otak pada partisipan dianalisis menggunakan stimulasi magnetik transkranial (TMS) yang dikombinasikan dengan simultan electroencephalogram (EEG) rekaman. Pada TMS, pulsa magnetik diarahkan pada kepala untuk mengaktifkan sel-sel neuron kortikal. Metode ini memungkinkan untuk menganalisis tentang bagaimana berbagai daerah korteks menanggapi rangsangan listrik dan apa reaksi konektivitas fungsional antara daerah yang berbeda. Secara tidak langsung, metode ini juga memungkinkan untuk menganalisis transmisi kimia, yaitu fungsi mediator. Efek dari penggunaan alkohol jangka panjang belum dipelajari di kalangan remaja seperti ini sebelumnya.

Tanggapan kortikal dengan pulsa TMS lebih kuat di kalangan pengguna alkohol. Mereka menunjukkan aktivitas listrik keseluruhan yang lebih besar di korteks serta aktivitas yang lebih besar terkait dengan asam, GABA, sistem neurotransmisi gamma-aminobutyric. Ada juga perbedaan antara kelompok dalam kegiatan ini menyebar ke berbagai wilayah otak. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa jangka panjang, penggunaan alkohol mengubah fungsi dari sistem GABA neurotransmisi. GABA adalah neurotransmitter yang paling penting menghambat otak dan fungsi sistem saraf pusat, dan GABA diketahui berperan dalam kecemasan, depresi dan patogenesis beberapa gangguan neurologis.

Studi ini menemukan bahwa penggunaan alkohol menyebabkan perubahan yang signifikan di kedua neurotransmisi listrik dan kimia antara peserta studi, meskipun tidak satupun dari mereka memenuhi kriteria diagnostik dalam penyalahgunaan zat. Selain itu, dalam studi sebelumnya selesai di University of Eastern Finland, juga ada remaja dan studi alkohol yang diamati pada orang muda yang telah menjadi peminum berat sepanjang masa remaja mereka. Bagi orang-orang muda yang otaknya masih berkembang, penggunaan alkohol berat dapat merugikan mereka. Penggunaan alkohol mungkin lebih merugikan otak yang sedang berkembang dari yang diperkirakan sebelumnya yang dilansir dari Sciencedaily, Rabu (18/01/2017).

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.