Benarkah Pelatihan Guru dapat Tingkatkan Keterampilan Menulis Siswa?

0

JATIMTECH.com – Sebuah studi dari University of California, Irvine telah menemukan korelasi antara pengembangan profesi guru dengan perbaikan menulis pelajar bahasa Inggris di kelas 7-12. Siswa dari guru yang berpartisipasi dalam Proyek Pathway telah melakukan pelatihan guru selama 46 jam dengan pendekatan instruksional yang mana ternyata mampu mencetak lebih tinggi nilai akademis siswa dalam menulis dan memiliki tingkat kelulusan yang tinggi di SMA Exit California.

Penelitian ini dirancang untuk Proyek Pathway dalam mengukur keterampilan menulis.Penilaian menulis secara akademik dilihat dari cara siswa sekolah menengah memaknai waktu mereka untuk menulis esai dalam menentukan teks fiksi dan nonfiksi. Carol Booth Olson, profesor pendidikan, pencipta Proyek Pathway dan direktur Writing Project UCI sebagai penulis utama dari studi selama dua tahun, menyatakan bahwa rata-rata, siswa dari kelompok guru Pathway menunjukkan perbaikan secara moderat dari pre-test dan post-test pada tahun pertama, dan siswa dalam kelompok Pathway tahun kedua menunjukkan peningkatan yang tinggi setelah para guru melakukan pelatihan.

Temuan kuat juga menunjukkan dampak dari pelatihan guru pada hasil belajar siswa. Ada pertumbuhan kuat antara prestasi siswa setelah dua tahun dengan partisipasi guru. Hal ini tentu saja untuk mengetahui pentingnya pengembangan profesional berkelanjutan. Penelitian yang dilakukan Tahun 2012-2013 dan Tahun 2013-2014, telah melibatkan 95 guru dari 16 sekolah Anaheim Union Sekolah Tinggi District. Salah satu peserta secara acak ditugaskan ke salah satu kelompok Pathway atau kelompok kontrol. Sebelum awal sekolah setiap tahun, para guru Pathway belajar bagaimana untuk mengintegrasikan strategi kognitif dalam kurikulum seni bahasa yang ada, sedangkan instruktur pada kelompok kontrol tidak.

Strategi kognitif adalah alat dan sumber daya yang membantu siswa meningkatkan keaksaraan dan keterampilan menulis akademik mereka,  jelas Olson. Membaca dan menulis diajarkan sebagai proses yang meliputi pra-membaca. Selama kegiatan membaca dan pasca membaca dinilai dengan peningkatan kemampuan siswa dalam merangkum, membuat kesimpulan, menafsirkan, menarik kesimpulan, mengevaluasi, menilai, merevisi dan mencerminkan mereka saat membaca dan menulis tentang teks yang kompleks. Kami menggunakan analogi tool kit dan alat bantu visual yang mengidentifikasi teknik yang berbeda untuk pemahaman bacaan dan menulis analitis. Siswa didorong untuk berpikir tentang diri mereka sebagai penulis untuk membangun makna dari kata-kata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada korelasi yang kuat antara pelatihan guru dengan keterampilan membaca siswa yang dilansir dari Sciencedaily, Selasa (24/01/2017).

 

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.