Didakwa Sebarkan Ujaran Kebencian, Google Tendang Aplikasi Gab

0

Google mengambil langkah berani dengan menghapus Gab, sebuah layanan media sosial yang digemari oleh kalangan sayap kanan, dari toko aplikasi Play Store dengan alasan telah melanggar kebijakan layanan tentang ujaran kebencian.

Gab sendiri sudah membuat pengumuman melalui kicauan Twitter pada Kamis malam.

Gab didirikan sebagai alternatif Twitter bagi mereka yang percaya pada kebebasan berbicara, kebebasan individu, dan arus informasi online yang bebas. Situs ini telah menarik selebriti internet sayap kanan yang dibanned oleh Twitter, seperti mantan penulis Breitbart Milo Yiannopoulos, dan mereka yang percaya bahwa situs media sosial menekan sudut pandang para konservatif.

“Agar dapat berada di Play Store, aplikasi jejaring sosial perlu menunjukkan tingkat moderasi yang memadai, termasuk konten yang mendorong kekerasan dan mendorong untuk membenci kelompok tertentu,” juru bicara Google buka suara dalam sebuah pernyataan.

“Ini adalah peraturan yang sudah lama ada dan dinyatakan dengan jelas dalam kebijakan pengembang kami. Pengembang selalu memiliki kesempatan untuk mengajukan banding atas penangguhan dan mungkin aplikasi mereka dipulihkan jika mereka mengatasi pelanggaran kebijakan dan mematuhi Kebijakan Program Pengembang kami.”

Namun juru bicara Gab, Utsav Sanduja mengatakan bahwa perusahaan berpendapat langkah tersebut mungkin terkait dengan kritiknya terhadap Google dalam beberapa pekan terakhir mengenai penembakan James Damore, seorang programer yang menulis memo internal yang memecah belah pada ketimpangan gender di tenaga kerja industri teknologi.

“Kami menduga bahwa ini adalah bentuk pembalasan dari Google,” kata Sanduja dalam sebuah wawancara telepon.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.