Fakta Tunjukkan 6,8 Ribu Spesies Langka yang Terancam Punah

0

JATIMTECH.com – Bagaimana jika kedelai yang kita gunakan dalam membuat tahu untuk makan malam adalah hasil panen terakhir yang ditanam di ladang hutan hujan tropis? Atau jika itu t-shirt yang sobat beli berasal dari kawasan industri yang telah diukir dari habitat bernilai tinggi di Malaysia?

Kecuali jika sobat membeli makanan yang bersumber berkelanjutan atau barang yang dapat didaur ulang. Namun, itu akan sulit untuk mengetahui seberapa besar pembelian konsumen mempengaruhi spesies sampai sekarang. Daniel Moran dari Norwegia Universitas Sains dan Teknologi dari Shinshu University di Jepang telah mengembangkan teknik yang memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi ancaman terhadap satwa liar yang disebabkan oleh rantai pasokan global yang mengkonsumsi binatang. Mereka telah menggunakan teknik ini untuk membuat serangkaian peta dunia yang menunjukkan hotspot ancaman spesies di seluruh dunia untuk masing-masing negara.

Para peneliti menghitung persentase ancaman terhadap spesies di satu negara karena konsumsi barang di tempat lain, dengan fokus pada 6.803 spesies yang terancam punah atau sangat terancam punah baik binatang laut dan hewan darat seperti yang didefinisikan oleh Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam ( IUCN) dan BirdLife International. Salah satu cara untuk melihat bagaimana cara kerja peta hotspot adalah untuk melihat efek dari konsumsi AS di seluruh dunia.

Seperti spesies terestrial, para peneliti menemukan bahwa konsumsi di Negara AS menyebabkan hotspot ancaman spesies di Asia Tenggara, Madagaskar, Eropa selatan, Sahel timur, dan pantai barat Meksiko selatan. Mungkin salah satu hal yang mengejutkan bahwa konsumsi di AS juga mengakibatkan hotspot ancaman spesies di Spanyol selatan dan Portugal.

Moran mengatakan hubungan antara konsumsi dan dampak lingkungan menawarkan kesempatan penting bagi pemerintah, perusahaan, dan individu untuk mengambil informasi penting melawan kepunahan. Pengamatan masalah lingkungan dengan kegiatan ekonomi adalah hubungan antara dampak lingkungan dengan rantai pasokan, maka banyak orang di sepanjang rantai pasokan, tidak hanya produsen, dapat berpartisipasi dalam membersihkan rantai pasokan yang berbahan dasar tidak dapat berkelanjutan.

Singkatnya regulator pemerintah bisa mengontrol produsen yang produknya menyebabkan kerugian keanekaragaman hayati dan deforestasi di Indonesia. Tetapi jika Uni Eropa ingin melihat perannya dalam menyebabkan masalah-masalah di Indonesia, mereka bisa melihat peta yang dihasilkan oleh para peneliti dan melihat jenis dampak konsumen di Uni Eropa yang dialami negara tersebut dan dampak-dampak tersebut yang berada dalam hotspot. Artikel ini juga telah dipublikasikan secara online dalam Ekologi & Evolusi Alam yang dilansir dari Sciencedaily, Rabu (04/01/2017).

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.