JATIMTECH.com – Para peneliti di University of California San Diego School of Medicine melaporkan bahwa perempuan tua yang duduk selama lebih dari 10 jam sehari dengan aktivitas fisik yang rendah secara biologis memiliki sel-sel yang lebih tua delapan tahun dibandingkan dengan wanita yang aktif.

Penelitian yang dipublikasikan secara online pada 18 Januari 2017 dalam American Journal of Epidemiology, menemukan bahwa wanita tua dengan kurang dari 40 menit melakukan aktivitas fisik per hari dan tetap konsisten selama lebih dari 10 jam per hari memiliki telomeres yang lebih panjang yang mana melindungi kromosom dari kerusakan dan semakin memperpanjang usia. Sebagai sel usia, telomeres secara alami juga tergantung pada faktor gaya hidup, seperti obesitas dan merokok yang mana dapat mempercepat proses penuaan. Telomeres bisa saja memendek karena berhubungan dengan penyakit kardiovaskular, diabetes, dan kanker utama.

Studi kami menemukan bahwa sel usia dapat lebih cepat berhubungan dengan gaya hidup seseorang karena usia kronologis tidak selalu sesuai dengan usia biologis, kata Aladdin Shadyab, PhD, penulis utama studi tersebut dengan Departemen Kedokteran Keluarga dan Kesehatan Masyarakat di UC San Diego School of Medicine. Shadyab dan tim risetnya percaya bahwa mereka adalah yang pertama kali secara obyektif mengukur bagaimana kombinasi waktu dan olahraga dapat berdampak pada biomarker penuaan.

Hampir 1.500 wanita, dengan usia rata-rata 64-95, berpartisipasi dalam studi ini. Para wanita adalah kelompok dari Perempuan Health Initiative yang (WHI) yang mana penelitian ini menyelidiki faktor penentu penyakit kronis pada wanita pascamenopause. Para peserta menyelesaikan kuesioner dan mengenakan accelerometer di pinggul kanan mereka selama tujuh hari berturut-turut selama bangun dan tidur untuk melacak gerakan mereka.

Kami menemukan bahwa wanita yang duduk lebih lama memiliki panjang telomeres yang lebih pendek jika mereka tidak melakukan kegiatan yang seimbang dengan olahraga selama minimal 30 menit sehari kata Shadyab. Diskusi tentang manfaat olahraga harus dimulai ketika kita masih muda, dan aktivitas fisik harus terus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari seiring bertambahnya usia, bahkan pada usia 80 tahun. Shadyab mengatakan studi di masa depan akan memeriksa bagaimana olahraga berkaitan dengan panjang telomeres pada populasi yang lebih muda dan pada laki-laki yang dilansir dari Sciencedaily, Rabu (18/01/2017).