Fitur Baru YouTube Mampu Tebas Komentar Spam

YouTube tingkatkan pengalaman pengguna dan creator video untuk "tebas" komentar spam

0

JATIMTECH.com – Bagian atau bilah komentar memang menjadi salah satu bagian yang apik untuk bisa saling bertukar pikiran untuk mengeluarkan pendapatnya masing-masing, sehingga bisa memperoleh titik temu yang maksimal dalam suatu komentar yang dilakukan.

Akan tetapi, yang sangat disayangkan karena pada saat ini, kolom komentar lebih banyak berisi troll, pelecehan, bahkan hingga spam yang biasanya dikirimkan oleh bot yang bukan tidak mungkin berisi dengan tautan ke situs web yang berbahaya untuk mencari mangsanya, demi keuntungan pribadi.

Rekomendasi artikel : Berniat Cari Video Ekstrimis di YouTube? Hati-hati!

Sebagian besar platform memang biasanya memiliki sistem filtering (penyaringan) untuk membantu menyingkirkan komentar buruk dan tak mendidik seperti itu. Salah satunya di YouTube yang saat ini mencoba meningkatkan kualitas video dengan membuat penggunanya untuk bisa menyaring kata-kata kotor di video.

Baca juga : 3 Titik Fokus Google untuk Mengembangkan YouTube di Indonesia

Seperti yang dilansir dari laman Android Police, Senin, 24 Juli 2017, YouTube mencoba meningkatkan pengalaman pengguna dan penonton untuk membantu memblokir komentar buruk. YouTube baru-baru ini telah memperkenalkan suatu fitur baru yang akan membantu creator video untuk memblokir komentar spam yang bisa saja disisipi dengan sebuah tautan. Hal ini berarti jika setiap ada komentar yang berisikan dengan tautan, maka akan dikirim ke bagian “Held for Review“.

Artikel serupa : Fitur Baru YouTube, ‘Double-tap Gesture’, Untuk Apa?

Dengan adanya hal semacam itu, maka sang creator video harus menyetujui atau membuang komentar tersebut secara manual. Bergantung pada popularitas dari sebuah video atau suatu channel yang dimiliki, jumlah komentar tentu akan sangat bervariasi. Nah, fitur yang diberikan dari YouTube inilah yang mungkin bisa sangat membantu bagi creator video.

Perhatikan juga jika fitur ini adalah fitur opt-in, yang mana pengguna harus mengaktifkannya sendiri, jadi tak secara otomatis.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.