Google Dituntut oleh Mantan Karyawannya Sendiri

Tim Chevalier, seorang pengembang perangkat lunak di perusahaan Google, dipecat pada November 2017

0

Seorang mantan karyawan mengajukan tuntutan kepada Google untuk tuduhan “diskriminasi, pelecehan, pembalasan, dan penghentian yang salah”, dengan alasan bahwa perusahaan tersebut memecatnya karena menulis posting internal yang tidak pantas.

Menurut laporan Gizmodo Rabu malam, Tim Chevalier, seorang pengembang perangkat lunak di perusahaan Google, dipecat pada November 2017 setelah dia membuat beberapa posting internal yang menyinggung soal rasisme dan seksisme.

Chevalier menyoroti memo anti-keanekaragaman yang ditulis oleh James Damore, karyawan lain yang digulingkan dari perusahaan tersebut tahun lalu karena mengkritik raksasa teknologi tersebut terkait kebijakan keragamannya.

Google Dituntut oleh Mantan Karyawannya Sendiri

“Chevalier, seorang transgender menuding bahwa Google gagal melindungi karyawan perempuan, minoritas, dan LGBT dari pelecehan pada forum internal. Namun dengan cepat menindak karyawan tersebut saat mereka berbicara tentang pengalaman mereka dengan rasisme, seksisme, dan homofobia di tempat kerja, ” Tulis Gizmodo.

Related Posts
1 of 85

Dalam sebuah pernyataan kepada The Verge, Chevalier mengatakan: “Ini adalah ironi yang kejam bahwa Google berusaha untuk membenarkan pemecatan saya dengan mengklaim bahwa postingan jejaring sosial saya menunjukkan bias terhadap peleceh.”

Dalam sebuah keputusan baru-baru ini, Dewan Hubungan Perburuhan Nasional AS (NLRB) menolak keluhan Damore, mengatakan bahwa Google tidak melanggar undang-undang ketenagakerjaan saat memecatnya.

Seorang pengacara NLRB mengatakan Google memecat insinyur komputer bukan karena mengungkapkan pandangan atau kritik yang berbeda, namun atas “pernyataan diskriminatif yang tidak dilindungi” dalam memo-nya, yang telah dipostingnya ke forum diskusi internal di perusahaan teknologi tersebut.

Dalam gugatannya diajukan di pengadilan California, Damore mengatakan bahwa Google “mengucilkan, meremehkan dan menghukum” dia dan sesama penggugat.

Menurut Google, mereka berkomitmen menerapkan kebijakan untuk tidak mendukung stereotip yang berbahaya.