Google Street View merupakan fitur dari aplikasi Google Maps. Diluncurkan pada tahun 2007, Google Street View mendukung pemandangan jalan dengan sudut 360 derajat. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk melihat jalan dari suatu daerah tertentu pada tingkat dasar. Untuk melakukan pemetaan, Google menggunakan bantuan Google Car. Dimana mobil khusus ini sengaja dirancang Google untuk mendapatkan informasi akurat tentang jalan-jalan yang dilewati oleh Google Car. Semua jalan yang dilalui oleh Google Car secara otomatis akan terekam melalui alat khusus yang terpasang pada Google Car.

Memetakan jalan dengan Google Car bukanlah sebuah hal yang luar biasa. Karena jalan-jalan yang dilalui mobil Google ini bisa dikatakan cukup mudah. Mereka tinggal mengikuti kemana mobil Google akan berjalan. Namun apa jadinya bila pemetaan dilakukan di bawah air. Tentu sangat mustahil jika pemetaan dilakukan melalui Google Car.

Oleh karena itulah, Google bekerjasama dengan beberapa lembaga atau perusahaan yang berhubungan dengan laut. Diantaranya adalah XL Catlin Seaview Survey, NOAA Office of National Marine Sanctuaries dan The Chagos Conservation Trust. Seperti dilansir dari PCMag, Google bekerjasama dengan beberapa nama tersebut agar dapat memetakan perairan bawah laut di seluruh dunia.

Uniknya, dari beberapa nama perairan laut dunia, Google memasukkan nama Bali ke dalam Google Street View edisi awah laut. Seperti yang kita ketahui bahwa Bali adalah salah satu warisan alam yang hingga kini masih tersimpan kekayaan bawah lautnya. Walaupun sebenarnya di Indonesia sendiri, masih banyak laut-laut yang lebih potensial daripada Bali.