Ilmuwan Berhasil Menciptakan Pemindai Otak yang Bisa Dipakai Layaknya Helm

Manfaat besar dari pemindai otak jenis ini adalah memungkinkan pasien untuk bergerak secara alami saat dipindai

0

Memindai otak bukanlah pekerjaan yang mudah. Oleh karena itu, para tenaga medis membutuhkan peralatan yang ukurannya lumayan besar dan melibatkan banyak sekali instrumen serta kabel. Alat pemindai otak yang umumnya digunakan adalah magnetoencephalography atau MEG.

Tetapi, problema itu sepertinya akan segera teratasi. Para peneliti di Pusat Pencitraan Sir Peter Mansfield, Universitas Nottingham dan Pusat Wellcome untuk Neuroimaging Manusia, UCL telah menciptakan generasi baru pemindai otak yang bisa dipakai layaknya helm. Alat pemindai ini dapat digunakan oleh orang-orang yang tidak dapat menggunakan perangkat MEG tradisional.

Manfaat besar dari pemindai otak jenis ini dibandingkan dengan pemindai saat ini adalah pemindai MEG baru memungkinkan pasien untuk bergerak secara alami saat dipindai. Para ilmuwan telah menunjukkan bahwa pemindai baru memungkinkan pengukuran aktivitas otak sementara pemakainya sedang melakukan gerakan alami, tanpa komplikasi yang merusak hasil pindaian atau kesehatan.

Pemindai digunakan dalam pengujian untuk mengukur aktivitas otak ketika pasien mengangguk, meregangkan, minum teh, dan bahkan bermain pingpong. Selain berukuran kecil dan cukup ringan untuk dikenakan sambil bergerak, perangkat MEG baru juga lebih sensitif daripada perangkat saat ini. Harapannya, pemindai baru akan memungkinkan pengobatan untuk orang-orang yang tidak dapat menggunakan perangkat EMG konvensional karena gangguan epilepsi atau neurodegeneratif seperti penyakit Parkinson.

Peneliti menggunakan perangkat MEG untuk memetakan fungsi otak dengan mengukur medan magnet yang dihasilkan oleh arus listrik di dalam otak. Pemindai MEG saat ini berukuran besar dan beratnya sekitar setengah ton karena sensor yang digunakan untuk mengukur medan magnet otak harus tetap dingin. Teknologi pendingin besar diperlukan untuk mendinginkan sensor. Itu sebabnya ukuran MEG konvensional sangat besar.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.