JATIMTECH.com – Persepsi global tentang konsumsi ikan hiu adalah tantangan yang harus dipecahkan bagi sebagian politik di Negara AS. Di tempat-tempat seperti Jepang, India, Sri Lanka, dan bagian-bagian tertentu dari Afrika dan Meksiko, daging hiu relatif murah dan menjadi makanan rutin. Sebaliknya di negara-negara barat dan banyak bagian lain di dunia, makan hiu tidak disarankan dan bahkan dilarang karena ekosistem hiu yang semakin lama terancam punah.

Namun sobat tidak perlu kuartir karena kabarnya konservasionis dunia baru saja menetapkan bahwa 39 populasi yang mewakili 33 spesies hiu, serta keluarga mereka akan dilakukan dengan perikanan yang berkelanjutan. Menurut Komisi Dunia tentang Lingkungan dan Pembangunan menyatakan bahwa pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini dapat dilakukan dengan perikanan berkelanjutan tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Sudah terlalu lama kita telah memperlakukan hiu sebagai salah satu spesies yang dagingnya dapat di olah menjadi makanan, kata co-penulis Nicholas Dulvy dari Simon Fraser University. Ternyata ikan hiu ini tidaklah satu spesies, ada lebih dari 1.200 spesies ikan hiu, dengan berbagai sejarah kehidupan yang mana dapat mendukung perikanan ikan hiu.

Studi baru ini juga dipublikasikan dalam jurnal Current Biology, Dulvy dan Colin Simpfendorfer, direktur Pusat Perikanan Tropical Berkelanjutan dan Budidaya di James Cook University, menilai data yang tersedia untuk 65 populasi di seluruh dunia hiu, pari, dan hiu hantu.Mereka mengatakan memancing hiu bahkan dikelompokkan sebagai salah menjadi bagian dari perikanan yang dikelola saat ini. Mereka kabarnya membudidayakan bonnethead, perontok umum, finetooth, dan dogfish berduri. Saat ini mereka perlu manajemen yang lebih baik termasuk populasi tertentu hiu baru seperti pigeye, mako shortfin, spinner, dan hiu spottail.
Semua hiu ini telah ditanggkap lebih dari lima tahun terakhir dan kadang-kadang para peneliti mendapatkan hasil ribuan. Misalnya, sekitar 41.000 hiu biru tertangkap di Pasifik Utara selama periode waktu. Hiu yag dibudidayakan secara berkelanjutan kabarnya mampu menyumbang sekitar 9 persen dari hasil tangkapan global saat ini, atau lebih dari 200.000 ton. Para peneliti belum menetapkan batas penangkapan bagi hiu ini. Mereka harus bersepakat dengan organisasi manajemen internasional, berdasarkan ini dan studi ilmiah lainnya yang diansir dari Seeker, Senin (06/02/2017).