JATIMTECH.com – Sebagai buntut dari perpisahan atau perceraian menunjukkan adanya pilihan nyata yang perlu dibuat mengenai di mana anak-anak mereka akan menghabiskan malam berikutnya. Anak-anak bayi dan balita, beberapa orang tua, dan beberapa psikolog terkemuka khawatir bahwa sering menginap di rumah ayahnya mungkin mengganggu hubungan dengan sang ibu. Namun, penelitian baru dari Arizona State University menunjukkan bahwa anak-anak dari hasil perceraian, tidak peduli pada usia mereka, waktu pengasuhan dengan masing-masing orang tua sangat diperlukan baik dengan ayah ataupun ibu mereka. Penelitian ini juga diterbitkan dalam American Psychological Association jurnal Psychology, Kebijakan Publik dan Hukum.

Para peneliti menyebutkan bahwa waktu pengasuhan dengan ayah selama masa bayi dan balita tidak membahayakan hubungan ibu dan anak. Itu benar-benar muncul untuk memanfaatkan hubungan anak-anak dengan kedua ibu dan ayah mereka, kata William Fabricius, ASU profesor psikologi dan memimpin penulis penelitian. Anak-anak yang menginap dengan ayah mereka ketika mereka masih bayi atau balita dapat menimbulkan hubungan yang lebih berkualitas dengan ayah mereka serta dengan ibu mereka sampai mereka berusia 18 sampai 20 tahun kelak daripada anak-anak yang tidak melakukan hal ini.

Penelitian yang ditulis oleh mahasiswa pascasarjana ASU, Go Woon Suh, mengungkapkan bahwa jumlah waktu anak-anak dan orangtua dalam masa perceraian pasti tidak membiarkan anak mereka menginap dengan ayahnya dalam beberapa tahun pertama. Untuk ayah, Fabricius berkata, setiap kenaikan jumlah menginap per minggu selama masa bayi dan balita mampu meningkatkan kekuatan dan kedekatan hubungan mereka dengan anak-anak mereka saat tumbuh kembangnya. Temuan ini juga terlepas dari apakah pengadilan keberatan jika anak-anak menginap dengan ayah mereka. Dengan demikian, temuan ini sama bagi orang tua yang memiliki konflik yang tinggi dan mereka yang memiliki konflik yang rendah selama lima tahun pertama perceraian mereka. Manfaat bagi ayah termasuk lebih terlibat dalam kehidupan awal anak.

Memiliki waktu untuk merawat bayi dan balita mereka saat sebelum tidur dan pagi hari membantu ayah mampu mengubah persepsi mereka bagaimana orang tua dan anak-anak menjalin komunikasi, kata Fabricius, yang mempelajari hubungan ayah dan anak. Hal ini membantu ayah dan bayi belajar tentang satu sama lain dan menyediakan dasar bagi hubungan masa depan mereka. Lebih lanjut hubungan ini dapat membantu ibu menghindari stres yang melekat padanya karena harus menjadi ibu tunggal dan memiliki hubungan yang baik dengan ibu dan ayah, bahkan ketika tidak hidup bersama, menjadi pertanda baik bagi anak-anak yang dilansir dari Sciencedaily, Kamis (02/02/2017).