Rumor bahwa Samsung Galaxy S9 akan menggunakan sensor sidik jari di layar ternyata mental mentah-mentah, pada akhirnya terungkap bahwa ponsel tersebut diluncurkan masih dengan sensor sidik jari di bagian belakang. Saya yakin banyak yang bertanya-tanya mengapa, apalagi Vivo, perusahaan yang notabene terbilang muda sudah merealisasikannya.

Berbicara kepada salah satu editor AndroidPIT di MWC 2018, Direktur Produk & Strategi Komersial Samsung, Mark Notton mengungkapkan alasannya, bahwa Samsung ingin menyempurnakan teknologinya terlebih dahulu sebelum diluncurkan. Menurut Notton, dia mengklaim bahwa Samsung ingin memastikan ia bekerja 100% dari waktu ke waktu. Ia tak ingin fiturnya membuat banyak orang kecewa karena tak sesuai dengan apa yag diiklankan.

Berdasarkan apa yang Notton katakan, terdengar Samsung masih menggodok teknologi tersebut. Penjelasan itu juga menyiratkan adanya kemungkinan bahwa fitur tersebut segera hadir di perangkat Samsung di masa mendatang. Tetapi tidak mengherankan bila Samsung masih bungkam soal waktu. Namun sebuah rumor dari bulan lalu menyebutkan bahwa Galaxy Note 9 masih belum akan membawa teknologi ini. Dengan demikian, Samsung mungkin baru siap dengan teknologi sensor sidik jari di layar pada tahun 2019 mendatang.

Dalam wawancara Notton juga mengatakan bahwa Samsung mendengarkan keinginan pengguna. Mereka menjawab dengan memindahkan sensor sidik jari ke lokasi yang lebih mudah diakses, dan juga meningkatkan kemampuannya agar bekerja lebih baik dari versi yang lalu.