by

Jenis investasi Jangka Panjang, Menguntungkan dan Bikin Kaya

-Bisnis-84 views

Investasi jangka panjang adalah jenis investasi yang baru bisa menghasilkan keuntungan setelah beberapa waktu lama. Sehingga, investasi tersebut berguna untuk mempersiapkan dana yang dibutuhkan di masa depan.

Bahkan kabarnya investasi jangka panjang lebih menguntungkan daripada investasi lainnya, benarkah demikian? Nah, untuk lebih jelasnya, yuk simak faktanya di artikel berikut ini yang di rekomendasikan https://sickforprofit.com.

Pengertian investasi jangka panjang

Investasi jangka panjang adalah produk investasi yang menanamkan modal atau aset dalam jangka waktu yang lama. Dana akan dikelola dan dapat dicairkan setelah lebih dari satu tahun, tergantung jangka waktu yang telah disepakati.

Sesuai dengan namanya, investasi ini cocok untuk simpanan dana di masa mendatang. Sebab dana dan keuntungannya baru dapat dinikmati setelah bertahun-tahun.

Tujuan investasi jangka panjang

Karena jangka waktunya yang lama, investasi ini memiliki tujuan tersendiri yaitu:

  • Untuk mengalokasikan dana khusus, seperti biaya pernikahan, biaya pendidikan, dan dana pensiun.
  • Sebagai dana simpanan khusus yang menguntungkan.
  • Untuk mengendalikan perusahaan dengan kepemilikan modal.
  • Agar ketersediaan bahan baku produksi terjamin sehingga hasil produksi tetap berjalan.
  • Meminimalisir persaingan antara perusahaan yang sama.
  • Memperoleh passive income (penghasilan pasif) pada jangka waktu tertentu, contohnya royalti, bunga, deviden, atau uang sewa.
  • Sebagai pemenuhan kebutuhan yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
  • Memperoleh keuntungan secara konsisten.
  • Ingin memperoleh profit yang besar.

Jenis-jenis investasi jangka panjang

Di pasaran, ada banyak macam macam investasi jangka panjang. Yuk intip jenis jenis investasi jangka panjang ada apa saja:

Reksadana
Reksadana adalah produk investasi dimana modal yang disetor oleh investor akan dikelola oleh manajer investasi pada instrumen investasi lain seperti pasar saham, obligasi, dan lainnya. Jenis investasi ini biasa dipilih oleh pemula sebab investor tidak perlu pusing dalam mengelolanya. Jangka waktu yang ditawarkan investasi reksadana beragam, salah satunya jangka panjang. Reksadana dengan jangka waktu yang lama dapat dijumpai pada produk reksadana saham dengan jangka waktu lima tahun, reksadana campuran selama 3-5 tahun, dan reksadana pendapatan tetap dengan masa 1-3 tahun.

Saham
Saham adalah surat berharga sebagai bukti pemilik modal juga menjadi bagian dari kepemilikan aset atau perusahaan yang mengeluarkan saham. Mengapa investasi saham merupakan investasi jangka panjang yang banyak diminati sebab produk keuangan ini cenderung memberikan profit yang lebih besar dibandingkan instrumen investasi lainnya. Walau keuntungan yang diperoleh tinggi, tetapi risiko kerugian juga tinggi. High Risk High Return.

Obligasi
Obligasi adalah surat hutang yang diterbitkan oleh perusahaan pemilik hutang untuk diperjual-belikan kepada masyarakat. Masyarakat adalah pemberi pinjaman atau pihak piutang sebagai pemegang obligasi. Jangka waktunya antara 1 sampai 10 Tahun. Obligasi menguntungkan dua pihak. Perusahaan yang mengeluarkan obligasi berkesempatan memperoleh modal dari piutang untuk meningkatkan bisnis. Sedangkan pihak piutang sebagai bentuk bentuk investasi yang mendatangkan profit di masa mendatang.

Emas
Emas adalah instrumen investasi yang lazim dijumpai di masyarakat. Jenis investasi ini sudah ada sejak zaman dulu dan masih eksis hingga saat ini. Pasalnya emas adalah produk investasi yang menguntungkan untuk jangka panjang. Harga emas cenderung stabil, tetapi akibat inflasi sehingga harganya selalu meningkat setiap tahun. Apabila inflasi menurun, harga emas tidak akan turun secara drastis. Selain itu, tingkat likuiditas emas sangat tinggi. Anda akan memperoleh keuntungan berlipat-lipat saat menjual emas pada harga jualnya melambung tinggi.

Properti
Properti adalah contoh investasi jangka panjang dengan nilai yang sangat tinggi. Harga tanah dan bangunan cenderung meningkat setiap tahun dengan presentasi hingga 20%. Walaupun kelemahannya memang memerlukan modal yang besar untuk berinvestasi properti. Untuk membeli properti, Anda harus menyediakan uang ratusan juta hingga bermilyar. Tetapi keuntungan yang diperoleh juga sangat besar.