Staqu, startup yang berbasis di Gurgaon hari ini meluncurkan Kacamata pintar bertenaga AI dengan kamera ekstra serta dukungan kombinasi antara bicara dan pengenalan gambar. Perusahaan tersebut mengatakan bahwa kacamatanya dapat mengidentifikasi ancaman potensial, seperti penjahat, penyusup atau teroris.

Kacamata pintar Staqu ini dapat menangkap input dengan memanfaatkan Facial Recognition, dan begitu wajah dikenali dalam database yang diberikan, Smart Glass memproyeksikan hasilnya di layar kaca. Seluruh proses akan terjadi secara real-time.

Menurut perusahaan, perangkatnya ini akan bekerja bahkan dalam skenario tak terpikirkan, karena menggabungkan input suara dan pengenalan citra untuk mengoptimalkan teknologi identifikasi hibrida dan unik.

Kacamata Pintar ini Bisa Mendeteksi Kejahatan di Sekitarnya

Informasi tersebut dialirkan secara real-time dari server terpusat, dan kacamata ini selanjutnya dapat dikendalikan dari portal administratif pusat, dan target pengenalan khusus untuk setiap kaca dapat diatur dari jarak jauh.

Staqu juga akan memulai sebuah sistem di platform kaca cerdasnya dengan kepolisian setempat dan akan terintegrasi dengan mereka untuk membantu mengidentifikasi profil penjahat. Layanan ini nantinya akan diberikan pada model berbasis lisensi tahunan kepada pelanggan.

Mengomentari pengumuman baru tersebut, Atul Rai, Co-Founder & CEO Staqu mengatakan:

Di Staqu, kita didorong untuk memecahkan masalah yang nyata dengan bantuan kecerdasan buatan. Untuk tujuan yang sama, kami bangga menghadirkan Smart Glass Staqu, yang mampu menggabungkan pengenalan suara dan wajah, dan dapat memperingatkan pemakainya terhadap ancaman potensial di sekitar mereka.