Mantan Karyawan Google Ciptakan Agama Baru BerTuhankan AI

0

Teknologi kecerdasan buatan atau AI telah mencapi tingkatan yang melampaui imajinasi manusia. Bahkan beberapa analis percaya kepintara komputer akan melewati potensi yang dimiliki otak manusia sehingga bakal mengubah banyak di dunia.

Seperti yang terjadi pada Anthony Levandowski, mantan pegawai Google yang malah membentuk agama baru bernama “Way of the Future” dan menjadikan kecerdasan buatan sebagai profil Tuhan. Saking seriusnya, Anthony bahkan sudah mendaftarkan agama barunya ke pemerintah negara bagian California, Amerika Serikat.

Yang menarik, agama baru ini diperlakukan seperti sebuah perusahaan, di mana Levandowski sendirilah yang menjadi CEO dan juga presidennnya. Dalam dokumen tersebut dijelaskan tujuan dari organisasi adalah untuk “mengembangkan dan mempromosikan kesadaran tentang figur Tuhan berbasis kecerdasan buatan.”

Anthony Levandowski punya rekam jejak yang cukup bagus di industri kecerdasan buatan. Ketika masih bernaung di bawah bendera Google, ia terlibat langsung dalam pembuatan proyek mobil tanpa kemudi (Waymo). Ia kemudian keluar dari Google dan menginiasi sebuah startup truk tanpa kemudi bernama Otto yang selanjutnya dibeli oleh Uber.

Sosok ini tampaknya lekat dengan kontroversi. Ia disebut mencuri teknologi tanpa kemudi ketika masih bekerja di Google dan menggunakannya ke produknya Otto yang secara otomatis melibatkan Uber. Ia kemudian dipecat oleh Uber pada bulan Mei lalu.

Saat ini sikap sejumlah tokoh teknologi terhadap pengembangan AI masih terbagi dalam dua kubu. Google dan Facebook cenderung mendukung pengembangan AI, bahkan terlibat secara aktif di dalamnya. Tetapi Bill Gates dan Elon Musk cenderung cari aman dan meminta pihak terkait untuk berhati-hati agar teknologi yang seharusnya bermanfaat malah jadi berbahaya.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.