Ngeri, Pertanian Modern Ubah Hamster Jadi Kanibalisme

0

JATIMTECH.com – Kabarnya para ilmuwan telah menemukan bahwa hamster betina mengalami kekurangan makanan selain jagung. Bahkan hamster telah melakukan diet jagung. Hal ini karena pertanian modern sangat bergantung pada penanaman yang mana hanya satu spesies tanaman di wilayah yang luas, daripada penanaman yang tidak sama. Sehigga jagung mendominasi lahan pertanian yang membuat hamster menjadi kurang berselera untuk memakan mereka.

Tahun lalu, sebuah laporan yang diterbitkan dalam journal Nature oleh ilmu Intergovernmental Platform, Kebijakan Keanekaragaman Hayati dan Ekosistem Jasa menyatakan keprihatinan mereka atas peran monokultur dalam mengurangi jumlah penyerbuk. Lebih lanjut efek monokultur ini mungkin membawa malapetaka bagi mamalia seperti hamster Eropa liar, yang dianggap terancam punah di banyak negara-negara Eropa Barat.

Para peneliti menyiapkan serangkaian percobaan yang mana mereka menyiapkan makanan untuk sekelompok hamster Eropa yang berisi gandum atau jagung.
Mereka menunjukkan tanda-tanda perilaku aneh yaitu berjalan di lingkaran, memanjat, dan berperilaku salah tingkah saat melihat umpan mereka. Apa yang paling mengkhawatirkan adalah cara mereka membunuh anak mereka. Hamster yang menyimpan anaknya dengan menimbun mereka dalam tumpukan jagung ternyata mereka memakannya, laporan dari para ilmuwan. Betina juga menunjukkan lidah bengkak, gelap, dan darah kental yang mana membuat sulit bagi para peneliti untuk menarik sampel. Semua gejala ini mirip dengan tanda-tanda kekurangan vitamin B3, yang menyebabkan kondisi yang disebut pellagra pada manusia, yang telah dikaitkan dengan diare, demensia, dan perubahan perilaku aneh.

Bahkan, penyakit pellagra pada manusia diperkirakan telah memberikan kontribusi terhadap kematian sekitar 3 juta orang di Amerika Utara dan Eropa dari pertengahan abad ke-18 dan ke abad pertengahan ke-20. Untuk menguji apakah ini adalah hal yang sama yang terjadi pada hamster, tim menambahkan vitamin B3 kembali ke pola makan jagung. Bahwa perubahan kecil sudah cukup untuk membalikkan perilaku normal mereka dan menghentikan mereka untuk memakan anak mereka. Hal ini menunjukkan bahwa kurangnya vitamin B3 dalam diet jagung didominasi oleh bagaimana mengubah sistem saraf hewan dengan cara yang sama. Penelitian ini juga dipublikasikan dalam Proceedings of the Royal Society B yang dilansir dari Sciencealert, Sabtu (28/01/2017).

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.