Para Ilmuwan Temukan Tokek Berspesies Baru

0

JATIMTECH.com – Para ilmuwan kabarnya telah menemukan sebuah spesies Gecko baru (Geckolepis megalepis) yang didaulat sebagai spesies master seni. Kulit tokek Geckolepis secara khusus dapat pulih sendiri saat kulit mereka terluka. Meskipun beberapa tokek lainnya dapat kehilangan kulit mereka seperti ini namun berbeda dengan tokek Geckolepis rupanya mampu melakukannya secara aktif untuk membentuk kulit baru. Sementara yang lain mungkin membutuhkan waktu yang lama untuk menumbuhkan sisik mereka, ajaibnya tokek Geckolepis dapat tumbuh kembali dalam hitungan minggu.

Luar biasa namun juga agak mengerikan karena kemampuan ini telah membuat tokek menjadi tantangan serius bagi para ilmuwan yang ingin mempelajari mereka. Awalnya peneliti menggambarkan bagaimana menangkap mereka dengan bundel dari kapas, untuk menghindari kelecetan pada kulit mereka. Tapi begitu mereka tertangkap, tantangan lebih lanjut bagi peneliti adalah mengidentifikasi dan menggambarkan lebih spesifik dari tokek Geckolepis.

Sebuah studi beberapa tahun yang lalu telah menunjukkan bahwa pemahaman kita tentang keragaman tokek memiliki skala yang sama ternyata sama sekali berbeda, kata Mark D. Scherz, penulis utama studi baru dan mahasiswa PhD di Ludwig Maximilian University of Munich dan Zoologische Staatssammlung München. Itu menunjukkan bahwa sebenarnya ada sekitar tiga belas garis keturunan genetik yang sangat berbeda dalam genus ini dan bukan hanya tiga atau empat spesies yang selama ini kita pikir ada. Salah satu garis keturunan yang berbeda dapat diidentifikasi secara jelas sebagai spesies baru. Namun untuk menamakan spesies baru, mereka harus menemukan karakteristik terpercaya tambahan yang membedakannya dari spesies lain. Untuk mendapatkan nama merupakan sebuah tugas yang menantang bagi para peneliti. Salah satu cara utama untuk memisahkan spesies reptil dengan yang lain dapat dikatakan dengan pola skala mereka, tapi tokek Geckolepis berbeda, mereka kehilangan sisik mereka dengan mudah saat mereka mencapai usia dewasa.

Para peneliti akhirnya menggunakan mikro-CT untuk mendapatkan kerangka mereka dan mengidentifikasi fiturnya. Micro-CT (tomography mikro) yang pada dasarnya adalah sebuah 3D x-ray dari sebuah objek. Metode ini memungkinkan morfologi seperti Scherz untuk menguji kerangka binatang tanpa harus membedahnya. Dengan melihat kerangka dari tokek, tim mampu mengidentifikasi beberapa fitur dari tengkorak yang membedakan spesies baru mereka dari spesies yang sudah ditemukan sebelumnya.

Para peneliti menemukan bahwa tulang mereka padat dan kulit mereka dapat dengan mudah robek dan berair karena mereka dapat diregenerasi dengan cepat dan tanpa bekas luka, kata Scherz. Namun mekanisme untuk regenerasi sampai saat ini masih belum dapat dipahami dengan baik, yang dilansir dari Sciencedaily, Selasa (07/02/2017).

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.