Bagi Anda yang masih belum mendaftarkan SIM Card, pemerintah masih memberikan tenggat waktu sampai 28 februari 2018, sebelum beberapa sanksi diberlakukan bagi pengguna kartu prabayar yang tidak mendaftar. Registrasi kartu prabayar ini mewajibkan pengguna memasukkan nomor KK dan NIK dengan cara mengirim SMS ke 4444, melalui website penyedia kartu prabayar atau langsung ke gerai resmi provider masing-masing.

Rupanya, sampai saat ini tercatat ada 173.949.000 user yang terdaftar terhitung sampai Selasa pagi (30/1/2018). Dengan total pengguna yang sebenarnya mencapai 360 juta, tercatat masih 48% saja yang tedaftar dengan identitas asli.

Menurut Ketut Prihadi Kresna Murti, Komisioner Bidang Hukum Badan Regulasi telekomunikasi Indonesia (BRTI) menghimbau agar masyarakat yang belum melakukan registrasi segera melakukannya untuk menghindari penumpukan atau error di akhir waktu.

Perlu diketahui, sistem untuk registrasi kartu prabayar ini mampu menampung sekitar 1,2 hingga 1,3 juta pendaftaran setiap harinya. Nantinya data yang masuk ini akan diverifikasi oleh dinas kependudukan. Nanti setelah 28 Februari 2018 pun pintu pendaftaran akan diperluas hingga ke gerai di jalanan seperti outlet penjual voucher pulsa. Peraturan ini pun sekarang masih digodok oleh pemerintah dan kemungkinan akan ada kerjasama.

Registrasi kartu sim Prabayar ini bukan hanya untuk pendataan saja, melainkan sebagai upaya pemerintah memerangi cyber crime dan kejahatan lainnya sehingga keamanan pengguna seluler lebih aman.