Ternyata Evolusi Hiu Martil Mampu Lawan Penyakit Kanker

0

JATIMTECH.com – Para peneliti di Southeastern University Nova (NSU) dan Cornell University telah melaporkan dalam sebuah studi baru dalam jurnal BMC Genomics bahwa gen yang terkait dengan sistem kekebalan tubuh manusia tersimpan dalam ikan besar yaitu hiu yang telah berevolusi.

Sampai saat ini hiu dianggap obat luar biasa baik untuk penyembuhan luka dan juga terhadap penyakit kanker. Para ilmuwan mengatakan, perubahan genetik dari seekor hiu dapat membantu menjelaskan kelebihan dari ikan hiu dan bisa membantu manusia dalam perjuangan mereka melawan penyakit kanker. Para ilmuwan mempelajari genom sinar pada hiu putih martil. Mereka menemukan dua gen kekebalan hiu khususnya yang dikenal sebagai legumain dan Bag1yang mana telah berubah dari waktu ke waktu dari seleksi alam. Para peneliti mengatakan bahwa gen-gen tersebut memiliki analog yang sama pada manusia dan dapat dikaitkan untuk penyembuhan sejumlah jenis kanker.

Ini membuat penasaran para peneliti yang mana sekarang mereka melihat bukti evolusioner dalam gen kekebalan hiu tertentu khususnya dalam penyembuhan kanker pada manusia, kata studi co-lead Mahmood Shivji, dari NSU, dalam sebuah pernyataan. Namun para peneliti sampai saat ini sedang mengembangkan penelitian lebih lanjut yang memungkinkan bahwa perlawanan terhadap kanker dapat diobati dari ikan hiu dan ikan pari sepenuhnya.

Para peneliti mengatakan gen Bag1yang terlibat dalam pembuatan protein pada orang mampu menghambat kematian sel kanker. Sel-sel disfungsional dapat mati tanpa suatu insiden atau efek samping. Para ilmuwan, mengatakan lebih lanjut bahwa gen Bag1 bisa direkomendasikan sebagai peran baru selama berevolusi yang mana salah satu mampu melemahkan program kematian sel tambahan.

Kabarnya sistem kekebalan tubuh ikan hiu dan pari telah teruji dan berkembang selama ratusan juta tahun, kata Shivji, direktur NSU Save Seas kami Shark Research Center dan Guy Harvey Research Institute. Menggunakan pendekatan genomik untuk memahami asal-usul kekebalan mereka yang kemungkinan akan menghasilkan banyak penemuan lebih menarik yang mana beberapa di antaranya berpotensi menghasilkan manfaat kesehatan bagi manusia tanpa merusak ekosistem mereka yang dilansir dari Seeker, Senin (30/01/2017).

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.