Wow, Ternyata Babun Mampu Hasilkan Vokalisasi yang Sebanding dengan Vokal

0

JATIMTECH.com – Benarkah babun menghasilkan vokalisasi sebanding dengan vokal? Ini adalah apa yang telah ditunjukkan oleh sebuah tim internasional yang dikoordinasi oleh peneliti dari Gipsa-Lab (CNRS / Grenoble INP / Grenoble Alpes University), Laboratorium Psikologi Kognitif (CNRS / AMU), dan Laboratorium Anatomi di Universitas Montpellier yang menggunakan akustik analisis vokalisasi ditambah dengan studi anatomi dari otot-otot lidah dan pemodelan potensi akustik saluran vokal pada monyet. Diterbitkan di PLOS ONE pada tanggal 11 Januari, 2017, data mengkonfirmasi bahwa babon mampu menghasilkan setidaknya lima vokalisasi dengan sifat vokal dan mereka mampu menggabungkan suara dengan koordinasi bersama babon lainnya. Sehingga mengarah ke sistem pidato Vokalisasi Punt di antara primata non-manusia.

Bahasa merupakan karakteristik khas dari spesies manusia. Pertanyaan tentang asal-usulnya dan bagaimana hal itu berkembang adalah salah satu yang paling keras dalam semua ilmu pengetahuan. Salah satu teori yang dominan di bidang ini kemungkinan mengaitkan produks suara yang dapat dibedakan dengan dasar komunikasi lisan keturunan dari laring yang mana hal ini ternyata telah diamati selama evolusi Homo sapiens. Teori ini berpendapat bahwa ucapan manusia membutuhkan laring rendah (dalam kaitannya dengan tulang leher) dan bahwa laring tinggi, seperti yang ditemukan pada babon dapat mencegah produksi sistem vokalisasi analog dengan sistem vokal yang ada di semua bahasa.

Menurut teori ini, hanya manusia yang berusia lebih dari satu tahun dapat menghasilkan suara yang berbeda. Sedangkan bayi, manusia Neanderthal, dan semua spesies monyet tidak mampu melakukannya karena laring mereka diposisikan terlalu tinggi. Manun menurut peneliti dari Gipsa-Lab (CNRS / Grenoble INP / Grenoble Alpes University) justru menunjukkan bahwa posisi laring tinggi pada babon mampu menghasilkan jenis vokalisasi.

Para peneliti akustik menganalisis vokalisasi Punt pada babon dan melakukan studi anatomi otot lidah mereka. Peneliti menemukan bahwa babon ini menghasilkan suara sebanding dengan lima huruf hidup manusia [ɨ æ ɑ o u]. Peneliti menggambarkan suara ini sebagai “vokal” karena mereka berbagi beberapa karakteristik akustik vokal, tanpa semua properti.Selain itu, mereka menunjukkan bahwa suara vokal seperti [ɑ] dan [u] masing-masing digunakan dalam dua vokalisasi yang berbeda, tergantung pada situasi, dan bahwa babon juga dapat menghasilkan urutan dua suara vokal seperti vokal “wahoo.

Penelitian ini dilakukan berkat menutup kolaborasi banyak spesialis dari Gipsa-Lab (CNRS / Grenoble INP / Grenoble Alpes University), Laboratorium Psikologi Kognitif (CNRS / AMU), Laboratorium Anatomi di Universitas Montpellier, Pidato dan Laboratorium Bahasa (CNRS / AMU), dan New College, University of Alabama. Penelitian lain yang diterbitkan oleh tim Amerika dari Ilmu Kemajuan pada bulan Desember 2016, menguatkan hasil ini berkat pengukuran artikulasi dari saluran vokal pada monyet yang dilansir dari Sciencedaily, Kamis (12/01/2017).

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.