Saat kita membeli sebuah smartphone, biasanya dalam paket pembelian akan berisi kitab-kitab penting, charger, handsfree (headset), baterai dan tentu saja, ponsel itu sendiri. Namun Xiaomi tampaknya akan berbeda dari produsen lain karena pabrikan ponsel asal China ini sedang mempertimbangkan untuk memisah penjualan charger dengan ponselnya.

Menurut informasi yang dilansir dari GSMArena (26/06/2015), peduli lingkungan menjadi alasan dibalik pertimbangan ini. Xiaomi menuturkan bahwa meski ponselnya tidak disertai dengan charger, namun sebenarnya kebanyakan orang masih bisa menggunakan charger ponsel lama mereka. Saat charger ponsel itu rusak atau jenis port yang dipakai ponsel baru miliknya berbeda, barulah pengguna membeli charger baru. Hal ini menurut Xiaomi lebih ramah lingkungan, karena kebanyakan orang akan membuat charger mereka yang telah rusak.

Lei Jun yang menjabat sebagai CEO Xiaomi pun meminta pendapat kepada Netizen terkait idenya ini. Melalui Weibo, idenya itu ia posting. Namun bukannya mendapatkan dukungan, Netizen justru menduga bahwa ini hanya alasan Xiaomi untuk memangkas biaya produksi produk smartphone mereka.

Sementara charger Xiaomi dijual terpisah, perusahaan akan membanderol charger yang mereka jual secara terpisah itu dengan harga USD 1,70 atau sekitar Rp 20 ribuan. Jadi bagaimana menurut anda? Apakah anda setuju jika charger Xiaomi dijual terpisah?